Penyebab Kasus-Kasus Korupsi di Indonesia Tak Terselesaikan

Sejak reformasi digulirkan pada tahun 1998 lalu, berbagai kasus-kasus korupsi di Indonesia yang sudah terjadi puluhan tahun satu persatu mulai terbongkar. Dimulai dari tuduhan korupsi pucuk pimpinan rezim orde baru, lantas terkupaslah korupsi-korupsi dengan berbagai ukuran yang dilakukan para pejabat negeri ini selama waktu puluhan tahun. Istana negara telah berganti-ganti penghuni, namun ada saja berita-berita korupsi yang dilakukan para pejabat menghiasi layar kaca dan media cetak nasional. Dalam berbagai ukuran, namun rata-rata bernilai ratusan hingga milyaran rupiah uang negara telah dicuri oleh para wakil-wakil rakyat Indonesia sendiri. Jadi pencuri di negeri sendiri, itulah julukan tepat untuk seorang koruptor.

Pemberantasan Korupsi

Sejauh mana sebetulnya komitmen dan kesungguhan setiap penghuni istana negara untuk memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme? Hari ini saja kasus-kasus besar seperti Century dan persoalan korupsi Gayus tak kunjung selesai.

Akankah kasus-kasus korupsi di Indonesia akan ditangani mirip dengan penyelesaian kasus korupsi pucuk pimpinan orde baru yang berakhir pada pengeluaran Surat Penghentian Penyelidikan Perkara (SP3)? Atau mungkin berakhir pada pembaringan rumah sakit?

Rata-rata kasus-kasus korupsi di Indonesia tidak berakhir pada penyelesaian keputusan yang adil bagi hati nurani rakyat Indonesia. Kasusnya berlarut-larut dan menghilang begitu saja. Kalaupun sampai pada keputusan hakim peradilan, hukumannya tidak memberi keadilan bagi hati rakyat Indonesia, yang berkali-kali dicuri uangnya oleh para koruptor.

Yang lebih menyakitkan bagi rakyat kecil tentunya ketika ada seorang pencuri semangka diberi hukuman berat bertahun-tahun di penjara, sementara para koruptor yang mencuri uang rakyat milyaran rupiah bebas berkeliaran. Di Indonesia banyak berdiri pengadilan, tapi mencari keadilan seperti mencari jarum yang terjatuh ke sungai.

Korupsi di Indonesia Susah Diberantas

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kasus-kasus korupsi di Indonesia sulit untuk diselesaikan. Diantara faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut;

1.  Penyakit Kronis Bangsa Indonesia

Selama hampir lebih tiga puluh dua tahun rezim orde baru berkuasa, dalam kurun masa itu penyakit dan virus korupsi berkembang subur. Keberadaannya dilindungi dan dikembang biakkan. Pertumbuhan yang cukup lama ini menyebabkan penyakit berbahaya ini menjangkiti hampir seluruh birokrasi pemerintahan maupun non pemerintahan di Indonesia.

Dari level tertinggi pejabat negara, sampai ke tingkat RT yang paling rendah. Perkembangan yang cukup subur ini berlangsung selama puluhan tahun. Akibatnya penyakit ini telah menjangkiti sebagian generasi yang kemudian diturunkan ke generasi berikutnya. Oleh sebab itu, salah satu cara untuk memutuskan rantai generasi korupsi adalah dengan menjaga kebersihan generasi muda dari jangkitan virus korupsi.

2.  Sistem Penegakan Hukum yang Lemah

Indonesia memiliki banyak sekali undang-undang dan landasan hukum yang mengatur tentang pelarangan penyakit korupsi, kolusi dan nepotisme. Isi dan kandungan undang-undang tersebut bisa saja diubah sewaktu-waktu untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Yang menjadi persoalan sekarang adalah para penegak hukum itu sendiri. Munculnya istilah mafia hukum merupakan bukti kerendahan mental para penegak hukum di Indonesia. Lagi-lagi karena pengaruh budaya korupsi yang sudah cukup kronis menjangkiti Indonesia. Para petugas hukum yang ditugaskan untuk mengadili para koruptor alih-alih malah menerima amplop dari para koruptor.

Ditugaskan menjadi petugas malah menggadaikan diri menjadi koruptor. Inilah hal miris yang kerap dialami disetiap penanganan kasus-kasus korupsi di Indonesia. Bagaimana mungkin seorang petugas hukum akan tegas memberikan hukuman pada koruptor, kalau dirinya sendiri ternyata juga seorang koruptor.

 
 
Opini saya : Kasus-kasus korupsi di Indonesia itu sangatlah memprihatinkan. Dari mulai hal kecil sampai hal besar yang berkaitan dengan”Korupsi”. Seharusnya kita mempunyai penegak hukum yang tegas dan jujur. Berilah hukuman penjara sesuai dengan kasusnya, tidak dibeda-bedakan. Dan orang yang bertugas di penjarapun juga harus jujur. Jangan gampang di sogok atau jika diberi sesuatu atau uang dengan orang yang mempunyai kasus tersebut mau atau menerimanya, sehingga ruang penjara pun buat orang-orang yang korupsi itu sangatlah nyaman. Itu sangat tidak adil. Hukum di negara kita ini harus tegas. Koruptor-koruptor di Indonesia ini haruslah dibasmi. Seharusnya mereka jangan memikirkan diri sendiri, pikirkan negara kita untuk bisa maju. Dan percuma para koruptor itu orang-orang pintar tetapi tidak mempunyai iman yang kuat.
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s