Masyarakat Miskin Minin Pelayanan Kesehatan Berkualitas

Pelayanan kesehatan berkualitas, sepertinya masih menjadi dominasi masyarakat kelas atas. Belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat kelas bawah yang secara kuantitas, memiliki jumlah yang banyak. Berbeda dengan di beberapa negara luar, masyarakat yang tidak mampu tetap akan terlayani kesehatannya secara berkualitas. Tanpa harus terbebani dengan permasalahan biaya, karena sudah ditanggung sepenuhnya oleh negara. Sedangkan di negeri ini, masih banyak masyarakat miskin yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara berkualitas. Akibat banyaknya jumlah penduduk yang harus ditangani oleh negara dengan anggaran yang terbatas. Menurut mantan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam ini, persoalan penduduk juga berkaitan dengan persoalan makanan, mata rantai ketersediaan makanan dan lingkungan. Keterjaminan anak-anak menerima cukup makanan untuk dimakan harus diutamakan dalam pengembangan SDM, terutama dalam program MDGs (Millenium Development Goals).
“Dibutuhkan peranan berbagai pihak, terutama mahasiswa kesehatan dalam rangka penguatan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Contohnya: UDING, 54 TAHUN, warga Legok, Tangerang, seorang petani penderita penyakit tumor ganas di perut, terpaksa tidur di dekat toilet UGD RSCM karena tak memperoleh kamar perawatan. Padahal Uding sudah membawa kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang biasa digunakan untuk orang miskin. Namun, pihak RSCM mengaku kamar pasien penuh, jadi Uding diminta untuk kembali ke kampung halamannya. Apa boleh buat, karena untuk uang transport pun ia kesulitan, maka Uding pasrah menunggu di RSCM meskipun seakan tak ada kepastian. Berita Uding menyedot perhatian dan keperihatinan warga ibu kota beberapa waktu yang lalu.

Opini saya : Seharusnya pemerintahan kita lebih peduli terhadap layanan kesehatan masyarakat yang kurang mampu atau miskin. Tidak boleh di beda-bedakan yang mampu atau yang tidak. Masyarakat yang tidak mampu/miskin pun mempunyai hak untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas. Seperti di negara lain yang pemerintahannya peduli terhadap rakyat miskin/tidak mampu.

Sumber: http://www.haluankepri.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s